.quickedit{ display:none; }
Hatur saur ka urang Lembur, bagea ka baraya nu ti kota

Kamis, 14 Juli 2011

Manfaat Jus Bangkuang



A.     Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Tumbuhan bangkuang memiliki rasa manis, dingin, dan bersifat sejuk serta mendinginkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam bangkuang di antaranya pachyrhizon, rotenon, vitamin Bi, clan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, Bi, C. Antioksidan yang ada pada bahan pangan ini bersifat antikanker dan mampu mencegah penyakit degeneratif lainnya. Bisa pula dipakai untuk membantu mengatasi wasir dan demam.

Dalam kehidupan sehari-hari, yang disebut bengkuang adalah umbi (cormus) dari tanaman bengkuang (Pachyrrhizus erosus). Karena rasanya yang manis dan kadar airnya yang tinggi, bengkuang biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar utuh atau sebagai bagian dari rujak, asinan, manisan, salad, koktail, buah-buahan dalam kaleng. atau jus. Penambahan madu dan jeruk nipis ke dalam jus bengkuang diyakini dapat mencegah sariawan.

Umbi merupakan bagian yang paling banyak dikonsumsi dari tanaman bengkuang. Bagian dalam umbi mengandung gula, pati, dan oligosakarida yang dikenal dengan nama inulin. Uniknya, inulin tidak dapat segera diasup oleh tubuh sebagai sumber gula, tetapi perlu proses pemecahan lebih lanjut oleh enzim inulinase. Sifat inulin ini sangat berguna untuk aplikasi produk bagi penderita diabetes melitus maupun yang sedang berdiet rendah kalori.

Umbi bengkuang sering dikonsumsi karena dianggap memberi efek segar. Efek ini muncul karena kandungan air pada umbi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 86 hingga 90 persen. Kadar air yang tinggi dapat menggantikan cairan tubuh, sehingga kita merasa segar. Menurut literatur, sifat kimiawi dan efek farmakologis umbi bengkuang adalah manis, dingin, sejuk, dan berkhasiat mendinginkan. Kandungan kimianya adalah pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C.


Selain itu, bengkuang juga mengandung mineral tinggi. Mineral yang terkandung dalam bengkuang yang paling dominan adalah fosfor, zat besi, serta kalsium.


Komposisi zat gizi umbi bengkuang
Zat gizi
Kadar per 100 gram
Energi (kkal)
55
Protein (g)
1,4
Lemak (g)
0,2
Karbohidrat (g)
12,8
Kalsium (mg)
15
Fosfor (mg)
18
Besi (mg)
0,6
Vitamin C (mg)
20
Vitamin B1 (mg)
0,04
Vitamin A (IU)
0,
Air (g)
85,1

  Sumber: Direktorat Gizi Depkes (1992)
Dari tabel tersebut tampak bahwa kandungan utama bengkuang adalah air, yaitu 85 gram per 100 gram umbi. Kadar energinya yang cukup rendah (55 kkal/100 g) memungkinkan bengkuang untuk dikonsumsi sebagai bahan pangan yang baik bagi pelaksana diet rendah kalori dan penderita diabetes melitus.


Kandungan vitamin C yang cukup tinggi (20 mg/100 g), memungkinkan bengkuang digunakan sebagai sumber antioksidan yang potensial untuk menangkal serangan radikal bebas penyebab kanker dan penyakit degeneratif.


Efek farmakologis bangkuang di antaranya sebagai obat beri-beri, nyeri perut, penghalus kulit, obat demam, dan obat sakit kulit. Akan tetapi, bagian biji dan daunnya mengandung racun. Oleh karena itu, untuk menghindari keracunan jumlah penggunaan dari dua bagian tumbuhan tersebut perlu diperhatikan.



B.     PEMANFAATAN
Bagian daun dan biji dari tumbuhan bangkuang dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit. Selain itu, bagian umbi bangkuang juga dapat dimanfaatkan untuk hal yang sama. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan tumbuhan bangkuang di antaranya sebagai berikut.

1.   Beri-beri
Cuci 300 gram umbi bangkuang sampai bersih, dikupas, lalu makan. Lakukan secara rutin 2 kali ehari.

2.   Demam
Demam terjadi karena adanya suatu mekanisme pertahanan tubuh  (respon imun)  terhadap  zat asing (bibit penyakit yang telah  dilemahkan) yang masuk ke dalam tubuh.  Adanya  benda asing  tersebut akan merangsang sistem pertahanan tubuh, sehingga  akan  merangsang aktivitas sel imunitas (sel makrofag dan limfosit  T) untuk memerangi  zat asing  tersebut dengan meningkatkan  proteolisis yang menghasilkan asam amino  yang berperan  untuk  pembentukan antibodi atau sistem kekebalan tubuh, sehingga  tubuh menjadi  resisten dan kuat menghadapi bibit penyakit.

Namun  efek sampingnya  tubuh secara  otomatis akan mengeluarkan  pirogen (zat penyebab demam). Pirogen  selanjutnya  membawa  pesan melalui reseptor dalam hipotalamus, sehingga terjadi  reaksi  penaikan  suhu tubuh dengan cara menyempitkan pembuluh darah  tepi dan  menghambat sekresi  kelanjar keringat. Akibatnya  pengeluaran kalor menurun dan suhu  tubuh jadi meningkat.

Bengkuang yang mempunyai sifat kimiawi yang berkhasiat  mendinginkan dapat  digunakan  untuk menurunkan demam. Umbi  bengkuang dapat dimakan secara langsung  maupun  dibuat dalam  bentuk jus yang diminum pagi dan sore.

3.   Diabetes mellitus
Diabetes melitus atau yang sering dikenal dengan nama kencing  manis merupakan  penyakit yang tidak pandang bulu. Semua  kalangan dapat mengidap penyakit ini, baik  kaya maupun miskin,  remaja muda maupun orangtua. Perubahan gaya hidup terutama  pola makan yang beralih ke makanan yang serba instan dan praktis  dapat memicu  terjadinya diabetes melitus. Selain perubahan gaya  hidup dan pola makan, faktor genetik  juga berperan terhadap  timbulnya penyakit ini.

Penyakit kencing manis atau Diabetes Melitus merupakan penyakit  yang bersifat kronis  (menahun) yang terjadi akibat kekurangan  insulin absolut atau relatif. Ditandai dengan  meningkatnya  konsentrasi glukosa di dalam darah. Selain itu juga mempengaruhi  metabolisme protein dan lemak di dalam tubuh. Penyakit diabetes  tidak dapat  disembuhkan tetapi dapat dikendalikan.

Upaya pengobatan yang biasa dilakukan adalah pemberian insulin.  Namun upaya yang  tidak kalah pentingnya yaitu mengaja  keseimbangan konsumsi makanan. Pengaturan  makanan dan  aktivitas fisik merupakan cara yang terbaik agar kadar gula dalam  darah  tetap dalam keadaan normal. Selain dengan obat dokter,  bengkuangpun dapat digunakan  untuk mempertahankan  kenormalan kadar gula dalam darah.

Serat makanan yang  terdapat  dalam bengkuang berperan dalam menurunkan kadar gula dalam  darah karena  diserap  secara perlahan dan tidak semuanya diubah  menjadi glukosa. Dengan demikian  serat  pada bengkuang dapat  mengendalikan gula darah para penderita diabetes mellitus.

Dalam upaya mempertahankan kadar gula dalam darah tetap  normal, Cuci 1-2 buah umbi bangkuang sampai bersih, parut, peras, lalu sating atau di jus.  Minum  secara teratur setiap pagi dan malam. Hari

4.   Penyakit kulit dan eksim
Cuci bersih umbi bangkuang secukupnya, parut, lalu tempelkan pada kulit yang terkena penyakit.

5.   Sariawan
Sariawan merupakan gejala erosi pada kulit mulut, yakni dinding  dalam pipi atau lidah.  Penyebabnya adalah kekurangan vitamin C,  alergi atau penurunan daya tahan tubuh.  Kandungan vitamin C  dalam bengkuang yang bertindak sebagai antioksidan dapat  membantu mempercepat proses penyembuhan penderita sariawan. 

Cuci bersih umbi bangkuang secukupnya, kupas kulitnya, lalu masukkan ke dalam blender. Tambahkan setengah gelas air matang dan madu secukupnya lalu buat minuman jus. Minum jus umbi bangkuang sedikitnya 1 gelas sehari.

6.   Wasir
Wasir terjadi karena gangguan aliran darah di sekitar dubur sehingga  pembuluh darah  melebar dan membengkak. Tidak semua penderita  wasir memerlukan pengobatan medis,  yakni mereka yang  mengeluhkan pendarahan, adanya tonjolan dan gatal-gatal. Dengan  pengobatan apapun kemungkinan wasir dapat kambuh kembali  tergantung dari kebiasaan   makan, minum dan buang air besar.

Kandungan serat dalam bengkuang dapat membantu mengatasi  wasir. Karena salah satu  fungsi serat yaitu membantu  memperlancar saluran pencernaan dan pengeluaran feses  sehingga  tidak sulit dan tidak menimbulkan rasa sakit serta mengurangi  penekanan  ketika  mengeluarkannya. Dengan demikian dapat  mengurangi rasa sakit penderita wasir. 

Cuci bersih 1 butir umbi bangkuang sampai bersih, kupas kulitnya, masukkan ke dalam blender, tambahkan air secukupnya, lalu buat minuman jus, atau diekstrak untuk diambil sari buahnva. Minum jus bangkuang setiap bangun tidur pagi. Lakukan secara teratur setiap bangun tidur pagi.

            7.   Sebagai fitoestrogen Alami
Bagi kaum wanita, kehadiran fitoestrogen sangat diperlukan untuk  mempertahankan  kualitas hidup diusia tua. Ketika seorang wanita  memasuki masa menopause dimana  hormon estrogen tidak lagi  diproduksi tubuh atau hanya diproduksi dalam jumlah yang  relatif  kecil, sehingga ada kecenderungan wanita mengalami kemunduran  fisik,  diantaranya  kulit lebih cepat mengeriput serta organ tulang  mulai rapuh dan mudah  patah.
Oleh karena itu makanan yang mengandung fitoestrogen harus  diusahakan tersaji dalam  menu hidangan setiap hari. Bengkuang  merupakan salah satunya makanan yang  mengandung fitoestrogen  sehingga baik untuk dikonsumsi bagi mereka yang sudah  memasuki masa menopause agar keluhan yang terjadi pada masa  menopause dapat  dihindarkan dan akan menjadikan wanita yang  semakin tua menjadi semakin segar dan  lebih menarik.

            8.   Mengurangi Produksi Asam Lambung
Gangguan asam lambung merupakan salah satu penyakit yang  terjadi karena pola hidup  dan pola makan yang berubah. Gangguan  ini biasanya banyak terjadi pada mereka yang  sibuk bekerja  sehingga seringkali melalaikan waktu makan. Apabila produksi  asam  lambung semakin meningkat akan menyebabkan rasa mual  dan muntah, nyeri pada ulu  hati, rasa lemah, nafsu makan  menurun, bahkan sakit kepala.

Jika tidak segera diobati  akan  menyebabkan terjadinya peradangan atau bahkan luka dalam perut  yang disebut  dengan ulkus peptikum. Untuk mengurangi produksi  asam lambung yang berlebih,  dianjurkan untuk memperbanyak  makan buah dan mengurangi makanan yang berminyak  dan pedas  yang dapat merangsang produksi asam lambung. Ahli naturopati  menyarankan  untuk mengkonsumsi bengkuang segar yang  dimakan dalam bentuk biasa  tanpa sambal  atau garam. Karena  sifat umbinya yang dingin serta sifat alkali bengkuang  yang cepat  meyerap asam lambung yang berlebih.

            9.   Menurunkan Kadar Kolesterol Darah
Trigliserida dan kolesterol merupakan fraksi lemak yang biasa  terdapat dalam darah.  Dalam jumlah yang tepat lemak sangat  penting untuk tubuh. lemak merupakan zat yang  kaya energi utnuk  proses metabolime tubuh. Namun dalam jumlah yang berlebihan,  lemak  (trigliserida dan kolesterol) bisa menyebabkan penyakit yang  sangat serius  seperti  atherosklerosis, stroke dan penyakit jantung  koroner.

Kadar trigliserida dan  kolesterol total  dalam darah yang  dianjurkan adalah kurang dari 200 mg/ dl. Jika  jumlahnya telah  melebihi  batas tersebut maka perlu diwaspadai dan dilakukan  upaya  terapi untuk menurunkannya.

Salah satu cara menurunkan kadar kolesterol dalam darah yaitu  dengan cara melakukan  pengaturan makanan dengan baik dan  benar. Terapi jus bengkuang dapat dilakukan  untuk  menurunkan  kolesterol dalam darah. Kandungan air dan serat dalam bengkuang  dapat  membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain  serat dan kadar air  yang  tinggi, kandungan vitamin C dalam  bengkuang yang berfungsi sebagai antioksidan  juga  dapat  membantu dalam proses penurunan kadar kolesterol dalam darah.

           10.  Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh
Bengkuang merupakan salah satu jenis bahan pangan yang  memegang peranan penting  dalam menjaga dan meningkatkan  kekebalan tubuh. Kandungan vitamin C dan beberapa  phytonutrien  yang terdapat dalam bengkuang dapat membuat sistem kekebalan  tubuh  terjaga, sehingga relatif dapat terhindari dari serangan  berbagai macam infeksi maupun  penyakit yang disebabkan oleh  virus, bakteri maupun mikroorganisme yang berbahaya.

Khasiat lain dari bengkuang yaitu dapat mengobati penyakit beri- beri akibat  kekurangan  vitamin B1 (thiamin). Caranya yaitu dengan  mengupas bengkuang, lalu cuci  bersih  kemudian diparut atau dijus  dengan menggunakan jus ekstraktor. Sebaiknya  diminum  pada  waktu pagi hari atau siang hari setelah makan.

            11.  Pengganti Terapi Sulih Hormon
Tingginya tingkat penyakit kronis di kalangan wanita pasca menopause menyebabkan semakin banyaknya pemakaian terapi sulih hormon (hormon replacement therapy), yaitu dengan menggunakan hormon estrogen. Sejatinya tindakan sulih hormon estrogen harus dipikirkan baik-baik.


Sejumlah studi menunjukkan bahwa terapi tersebut dalam waktu lama akan menyebabkan risiko kanker tertentu, khususnya kanker payudara dan kanker rahim. Karena itu, konsultasi dengan dokter ahli sangat penting untuk dilakukan agar dapat menimbang efek baik dan buruknya.


Isoflavon memiliki struktur kimia yang hampir sama dengan estrogen, serta memiliki kemampuan untuk berikatan dengan reseptor estrogen yang terdapat di dalam sel. Isoflavon sering disebut fitoestrogen, yaitu estrogen yang berasal dari nabati (fito = tanaman).  Senyawa isoflavon telah dilaporkan memiliki aktivitas estrogenik. Itulah sebabnya, isoflavon dapat digunakan sebagai terapi nonhormonal atau alternatif untuk terapi sulih hormon estrogen.


Survei di Jepang, yang dilakukan oleh Suzuki tahun 1998 menunjukkan bahwa rendahnya angka kematian akibat jantung koroner, kanker payudara, kanker rahim, dan aterosklerosis dipengaruhi oleh tingginya tingkat konsumsi makanan asal kedelai, seperti tahu, natto, misso, dan susu. Hal tersebut diduga oleh peran isoflavon kedelai, yaitu genistein, daidzein, dan glisetein, yang memiliki aktivitas biologis sebagai fitoestrogen, antioksidan, dan antimutagen.


Belakangan diketahui isoflavon tidak hanya terdapat pada kedelai, tetapi juga pada bahan pangan lainnya, seperti umbi bengkuang. Keberadaan isoflavon pada umbi bengkuang menambah pamor bengkuang sebagai tanaman yang berkhasiat untuk kesehatan.


Isoflavon dapat berperan sebagai antioksidan, sehingga berguna untuk mencegah: (1) kerusakan oksidatif membran sel, (2) aterosklerosis akibat teroksidasinya LDL (kolesterol jahat), (3) penyakit jantung koroner, (4) penyakit kardiovaskutar, dan (5) kerusakan oksidatif DNA. Selain itu, daya antioksidan isoflavon juga berguna untuk memberi efek antiproliferatif dan menghambat pertumbuhan sel melanoma (salah satu pemicu kanker).


Isoflavon juga telah dibuktikan mampu memberikan efek farmakologis, seperti: (1) mengurangi risiko kanker payudara, ovarium, dan kanker prostat, (2) menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan kolesterol baik (HDL), (3) menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, (4) bersifat antimutagenesis (mencegah mutasi gen), serta (5) mencegah osteoporosis pada wanita pasca menopause.

Hubungan antara isoflavon dan osteoporosis diduga oleh kemiripan struktur kimia isoflavon dengan hormon estrogen dan obat osteoporosis sintetis, yaitu ipriflavon. Estrogen dan ipriflavon dapat melindungi densitas mineral tulang pada wanita pasca menopause. Isoflavon dapat menghambat kerusakan dan sekaligus menstimulasi pembentukan tulang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar